Kamis, 13 Agustus 2015

Tips Menulis Novel Komedi dan Cara Menerbitkannya

Tips Menulis Novel Komedi dan Cara Menerbitkannya
Halo!
Langsung aja kali ya.

Komedi, salah satu genre tulisan yang gue sukai. Komedi dapat mempengaruhi gue untuk melupakan sejenak beban hidup, seperti ketika nilai UTS kursi semua: 4.
Komedi pada saat ini merupakan genre yang paling diminati. Mungkin salah satu penyebabnya adalah naik daunnya penulis muda Raditya Dika. Kemudian orang-orang ingin mengikuti jejaknya dengan cara menjadi penulis. Dampaknya, sekarang banyak blog-blog komedi, karena Raditya Dika mengawali karirnya sebagai penulis melalui blog, fan page yang sudah di-set untuk bergenre komedi, seperti Meme Comic Indonesia.
Langsung saja ya.
Masalah dalam menulis komedi:
1. kamu bukan orang yang suka melucu tapi ingin menulis komedi.
2. Ingin melucu tapi terkesan garing.
3. Membuat lelucon.
Penyelesaian Masalah:
1. Coba bayangkan hal yang bisa membuat kamu tertawa. Jika kamu tertawa, maka orang lain pun (mungkin) akan ikut tertawa.
2. Nah, berarti usaha kamu terlalu keras dalam melucu, santailah sedikit dan karena komedi bukan merupakan genre yang serius.
3. Salah satu cara membuat lelucon tanpa menyindir orang lain adalah dengan mengolok-olok diri.
Secara tidak langsung, ketiga masalah di atas merupakan tips-tips menulis komedi. Dengan begitu, saya akan menambah 2 tips lagi.
1. Spesifikasi.
Nah, untuk yang satu ini, penting tidak penting sih. Memberi lelucon secara umum tidak salah kok, tapi kalau bisa lebih spesifik tentunya akan lebih baik, kan? Contohnya, ada 2 buat judul, pertama: Gajah yang Bodoh. Kedua: Bona, si Gajah Bodoh Berhidung Pesek. Manakah yang lebih menarik menurutmu? Tentu saja yang kedua akan lebih menarik karena menceritakan Gajah yang bernama si Bona saja (lebih spesifik).
2. Gunakan lelucon pada saat yang tepat.
Meskipun  genre novelmu adalah komedi, bukan berarti setiap kalimatnya mengandung unsur komedi, kan? Lelucon yang berlebihan justru akan membuat ceritamu menjadi membosankan dan mungkin saja “garing”.
Nah, buat para pembaca yang sedang menulis novel tetapi bukan bergenre komedi, it’s okay, kamu bisa menyelipkan candaan di salah satu isi naskah. Berarti, trik menulis komedi tak hanya berlaku untuk novel/tulisan komedi, tapi semua genre. Bahkan ketika kamu menulis cerpen, blog, esai, bahkan puisi, kamu membutuhkan sedikit sentuhan komedi agar tidak bosan untuk dibacanya dalam kata lain: penyegaran.
Setelah kamu menyelesaikan naskah novelmu tentunya kamu ingin menerbitkannya, bukan? Problemnya adalah bagaimana caranya untuk menerbitkan naskah novelmu itu sedangkan untuk naskahmu dilihat saja oleh penerbit itu susah. Prinsipnya, hidup itu penuh tantangan. Jadi apa salahnya kita mencoba. Banyak penulis yang harus mengalami pahitnya penolakan naskah. Penulis sekaliber J.K Rowling pun harus menelan mengalami penolakan naskah sebanyak 12 kali sebelum akhirnya sukses dengan karyanya yaitu Harry Potter. Intinya, jangan pernah menyerah.
Cara lainnya adalah dengan cara self publishing. Banyak penulis yang telah sukses dengan menempuh cara ini, Dewi Lestari misalnya. Tentunya mereka harus berjuang, walaupun naskahnya terhindar dari penolakan, jika tidak dipromsikan/diperkenalkan kepada masyarakat. Adapun cara menerbitkan buku melalui penerbit indie, seperti Rasibook yang tidak menolak naskah. Untuk info tentang Rasibook, cara menerbitkan di Rasibook, dan tata cara menerbitkan di Rasibook bisa dibuka websitenya di www.rasibook.com. Untuk pelayanannya sendiri, Rasibook mempunyai pelayanan yang oke punya dan tarif penerbitannya pun murah gokil. Karena saya juga salah satu penulis yang menerbitkan karyanya di Rasibook (http://www.rasibook.com/2014/01/putih-biru-rp-40000.html).
Satu lagi, sebelum mengirimkan karyamu ke penerbit indie maupun major, alangkah baiknya untuk menyunting naskah novel kamu, proses penyuntingan ini merupakan tahapan penting dalam menulis apapun. Karena di proses ini, menentukan tulisan kita bagus atau tidaknya dan agar pembaca membacanya menjadi semakin nyaman. The last one: penulis yang baik adalah pembaca yang baik juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar